STERIL
Munajat, zikir dan wirid
Tidak terjamah jari lagi
Bibirnya beku
Sudah sterilkah dia dari dosa
Jangan tanyakan !
Itu preogatif tuhan
Bisa saja salah niat
Nyasar
Harus dibayarkah kiriman yang tidak sampai tangan majikannya ?
15-04
WADAK
Anumu liar, berkeliling ke pasar, orkes, facebook atau mungkin sedang asyik berdestinasi
Padahal ragamu masih dalam perpindahan rukuk, sujud, tahiyyat dalam prosesi persembahan
Bibirmu hanya melanyahkan hapalan
Apalah arti kacang tanpa isi ?
15-04
AMNESIA
Ingat, tanah.
Tanah
Apakah kau lupa dengan kesepakatan bahwa hidup tak lebih dari sehari ?
Tidak
Tapi, kenapa kau lupa memprepare perbekalanmu, tentang gelap, sempit, serangga tanah, mahsyar dan mizan
Tidak
Buktinya Kau lebih condong pada rupiah, mahkota, tahta dan lonte-lonte menggemaskan itu
Bukankah itu semu ?
Tapi asyik bukan ?
Diam !!
Kau amnesia tentang asal
Tentang tanah perbaringan yang kekal
Lebih dari seribu abad.
Tidak,
Ploook
Sadarlah !!
Kau amnesia pada keabadian
15-04
MUNAJAT
Adakah yang sesederhana perjamuan tengah malam ?
Hanya kau berdua
Atau dengan sepi
Hening adalah yoga alami
Kadang, sendiri itu penting
Kau akan mengerti hakikat
Siapa dirimu dan siapa Dia
Kebijaksanaan akan merasukimu
Adakah yang sesederhana perjamuan tengah malam ?
Tanpa secawan anggur pun
Tapi berjuta keabadian
16-04
LALAI
Ia menjadi gila semenjak sholatnya dimulai
Bagaimana tidak ?
Dia berbicara tanpa paham apa yang sebenarnya ia bicarakan.
Seperti beo, hanya hafal kata-kata
Sampai kapan kau akan mengigau dalam sholat-sholatmu ?
15-04
SUDUT PANDANG
Setiap orang beda kepala, tiap kepala beda otak dan tiap otak beda pikiran.
Maka jangan kau paksa untuk seirama
Bukankah musik itu enak karena beda nada, tidak sama itu rahmat bukan ?.
Sudut pandang adalah cokol dari perselisihan
15-04
Tidak ada komentar:
Posting Komentar