Kamis, 15 Juni 2017

Puisi Romantis

"Wajahmu di Senja itu"

Dalam senja aku mengukir wajah yang tak pernah tamat menari-nari dalam pikiran
Aku mengilustrasikanmu pada jingga, karena memang pipimu kemerah-merahan.
Tenang kasih, jangan goyah, jangan engah dari angan ini
Sehingga aku bisa melukis pasuryamu semirip-miripnya
Nanar mata, hidung, rambut, pipi dan gigi-gigimu yang rata serta bibir pinkmu itu akan ku ejawantahkan dalam senja ini
Taukah kau, seberapa sulitku mengekang rindu yang mengekal dalam gerit-gerit ingatan
Tentang senyum yang lupa kau bungkus dan tawa yang lupa kau pintal kembali
Yang kadang semena-mena mengaduk beribu rasa
Lesung pipimu menggula dalam rasa itu
Tenanglah, jangan buru-buru beranjak
Luangkan waktu sesenja ini
Aku ingin melukis kembali tentang itu
Tentang puisi kita
Aku disampingmu dan engkau disampingku
Rasa kita bersebelahan
Kanvas kita telah penuh warna
Simpan, dan esok kita . . . .

Surya tenggelam senjapun hilang

Gelap.

Safri
pekalongan

SERPIHAN AYAT 2

               TESTIMONI Berkali-kali aku dibohongi para penyair yang terlalu hiperbola saat menyanjung kesempurnaan wanita. Berkali-kali...