Jumat, 08 Juni 2018

SERPIHAN AYAT 2

               TESTIMONI
Berkali-kali aku dibohongi para penyair yang terlalu hiperbola saat menyanjung kesempurnaan wanita.
Berkali-kali aku berjumpa wanita, tiada satupun mereka yang nafi dari kekurangan yang harus seorang laki-laki benahi.

              LAILA AL QODR
Udzurnya bulan,  itu sama sekali tidak mengoyah kemauan Qais berjumpa denganmu, laila
Dengan perbekalan apa adanya, malam ini jauh aku akan menyusuri tarian kesunyian
Malam ini kita akan berpesta, nyalakan lilin-lilin sayang, tabur kembang
Aku tidak perduli, apakah ini tanggal ganjil, genap atau lainnya
Karena cinta tak terikat oleh apapun.
Aku lihat semua cinta didunia ini telah cacat, ada udang dibalik simalakama yang telah ia tanam.
Bukankah cinta saling meredai ?
Jika cinta saling memiliki, kita akan saling menuntut.
Laila, pejamkan matamu agar aku tidak ragu mengecup kening malam seribu bulan ini. Sekejap saja

                    TOLOL
Aku dengar, disana, orang-orang kehabisan air mata
Tiada lagi kata luka, karena kematian ialah hal yang mereka rindukan

Sedangkan, aku disini, duduk, diam, tertawa; ditanah mata air.
Mengumpat, takut air mata.

Harus lari kemana jika kesunyian pun merekam jejakku ?

                 BERTEDUH
Aku berteduh, jauh dirindang matamu yang diam-diam memasung jiwaku dengan kelembutannya.
Menerka-nerka, adakah sebuah rahasia yang kau umpat di sela-sela putih dan hitammu
Karena seakan sepasang matamu itu berbicara tentang keabadian yang abadi,
Dan, Aku ingin sekali berteduh pada keabadiannya.
              UNTUK RAZAN
Aku mendengar di tanah sana, bidadari telah mati
Jantungnya tertembak,

Tidak, bagaimanapun dia tidak mati
Itulah awal kehidupannya
Dan kematiannya akan menghidupkan beribu jiwa yang mati
Aku yakin itu
Terimakasih
Razan

                    MIMIK
Memang kau diam, tapi sangat jelas kalimat-kalimat yang kau ucapkan dari raut muka, sepasang mata, bibir dan lengkungan dahi serta keningmu.

Aku tidak punya kata-kata saat itu.

SERPIHAN AYAT

                   ALUR

Pagi kembali memanggil sepasang roda memenuhi jalan-jalan, halte-halte, dan sepasang sandal menyusur trotoar
Motor hilir bergulir saing-menyaingi waktu di tepian jalan yang berlawanan arah juga tujuan.
Dengan berbagai aroma parfum, kemeja atau lainnya, orang-orang kembali menyambung cerita hidupnya yang semalam patah; sementara sisa lusa masih hangat dalam aliran darah
Kehidupan ialah sebuah cerpen yang harus kita rangkai dengan sedemikian etis, dengan berbagi arti
Kebodohan, jika pengembaraanmu sekedar menumpuk merah, biru, hijau atau sekedar koin-koin logam.
Aku sebagian dari kebodohan itu

Pkl080618

                       LAPUK

Musim menyapa, doa dan fakta bertengkar, bunga jatuh dan lapuk
Aku iba denganmu, yang mati sia-sia,
Yang hidup dengan kematian dan mati bermuka masai, penuh tanda tanya
Aku iba dengan; aku
Dan mereka

Pkl060618

                   TIMPANG

Disini
Di kanan-kiriku ketidakadilan sama besar, bahkan disini; aku sendiri
Di bedakan adalah hal yang menjengkelkan; tapi kita tidak pernah berfikir berapa banyak orang yang telah kita pandang bulu
Entah karena sikap atau rupa cukup menampar mata
Disana, ketidakadilan sama lebar, disofa-sofa konglomerat sampai kardus-kardus orang mlarat
Disitu, semua
Ketidakadilan telanjang, menari-nari
Aku marah padamu; Aku

Pkl060618

                   HITAM

Jalan-jalan kosong, lampu-lampu hilang dan kesunyian beramai-ramai membekap ramai
Kini malam benar-benar menjadi malam, yang telanjang,
Maka disana, bulan dan bebintang diam-diam mengintip, berdansa tanpa suatu tarian
Semua manusia terlelap, mati
Jiwa-jiwa berlarian menanggalkan jasad, menari-nari dalam ketiadaan yang ada, dan yang tiada
Kehidupan ini tidak lain dari perkawinan siang dan malam
Maka lahirlah senja kemerah-merahan
Musim bergantian mengubah padi menjadi tebu, mahoni dan tanah kering. Dan bergilirlah hidup dan mati.
Semua tidak lepas dari kesepakatan yang jauh hari telah menghitam

Pkl080618

SERPIHAN AYAT 2

               TESTIMONI Berkali-kali aku dibohongi para penyair yang terlalu hiperbola saat menyanjung kesempurnaan wanita. Berkali-kali...